Tak ada ucapan manis untukku di hari ini, buku yang ku tulis panjang menjadi cerpen cinta yang fikti, hatiku terasa sperti dicabiki, sungguh lulus kebohonganmu sialnya aku mencintai, ada apa dengan hati? kasih sayangnya yang mati!! matamu yang dulu indah tak lagi kulihat pelangi!! kini kau berubah ibarat langit rindukan bulan, terus sebutkan nama dari indahnya sang mantan, kuterjerat, kusendiri terperangkap terilusi, angin yang berbisik tak ku dengar ku tak peduli, karena diriku meramalkan cuma kau di hati, kau membalas dengan muntahan lembut kalimat perih, terbakar emosiku bercampur rasa yang berbeda,, ku ingin membencimu tapi diriku sangat cinta, aku tak pernah mengerti janjimu yang kau katakan, ingin milikiku tapi bodohnya ku percaya.
Ku menjadi korban kebiasaan dilema cinta, sifatmu yang sangat halus menjadikan sebuah bisah, meracuni semua sampai meneteskan airmata, tak pernah kau pelajari dari gelapnya cinta lama.. kini,, entah sapa yang harus bertanggung jawab, berujung kisah rumit penyesalanku yang terlambat, sangat sakit ku berfikir menghayalkan kenangan kita, prinsip hidupmu sungguh hanya terpaku pada dirinya.. kuhadapi langkah suram, dan hati menangis, berbulan-bulan ternyata cintamu itu hanya segaris, kau menutupi perasaan bahwa dirimu masih punya, dalamnya lautan kau sembunyikan sebuah nama.
habislah sudah ini catatan terakhirku, kalimat bait ku tata ku harap engkau pun tau.. bahwa kenangan itu memang susah dilupakan,, tapi jika kau coba pasti hilang dalam angan..!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar